Polling

Bagaimanakah kinerja instansi pemerintah daerah di Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Hasil TMMD Desa Banjararjo
Sangat Baik
Baik
Cukup

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Komsos / Detail

Danposramil Padureso Pembina Upacara, Lantik Pelopor Disiplin

Komsos 08 Januari 2018 11:44:06 WIB Administrator dibaca 74 kali

KODIM
0709/KEBUMEN, Danposramil Padureso Pelda Waris bertindak selaku pembina upacara
pada upacara bendera di halaman MTs Asyidiqiyah yang diikuti oleh sejulah Guru,
Karyawan dan siswa siswi sekolah yang berlokasi di Desa Balingasal Kec.
Padureso- Kebumen, Senin (8/1/18).

 

Upacara
yang rutin dilaksanakan seluruh Guru dan murid MTs Asyidiqiyah tersebut, kali ini
ada yang berbeda, Danposramil Padureso Pelda Waris bertindak selaku pembina
upacara pada kesempatan tersebut, yang sebelumnya selalu dilakukan Kepala
Sekolah, namun hikmat dari pelaksanaan upacara itu sendiri malah semakin
meningkat, hal ini adalah sebagai bentuk upaya pendekatan para anggota Posramil
Padureso dalam kemanunggalannya di sektor pendidikan karakter.

 

Dalam
sambutannya Pelda Waris Mengatakan, “
Melalui
mimbar ini saya ingatkan bahwa, bentuk pengendalian diri kita adalah harus
menghormati, menyayangi baik itu kedua orang tua kita, guru atau bahkan
rekan-rekan kalian, jangan sesekali membuat mereka ini tersakiti oleh sikap dan
perilaku kita yang tidak terpuji. Jaga hubungan baik dan keharmonisan terhadap
siapa pun. KENDALA, memang pasti ada, tetapi hendaknya bisa menjadi KENDALI
untuk memacu kita dalam meraih sukses.

 

Pengedalian diri harus selaras dengan tata tertib
sekolah
. Tata tertib adalah aturan, segalanya perlu aturan untuk membuat
sesuatu berjalan dengan baik dan lancar. Naik motor perlu aturan, masuk rumah
perlu aturan, masuk masjid ada aturan, mau sholat ada aturannya, bahkan mau
makan pun ada aturannya. Semua ada aturannya jika menginginkan hasil yang lebih
baik. Sebaliknya apapun yang dilakukan tanpa aturan maka hasilnya akan sangat
mengecewakan.

 Karena itulah dibutuhkan tata tertib untuk
mengatur semuanya agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan
menghasilkan lulusan yang memuaskan. Ketika ada tata tertib, maka kalian jadi
tahu apa saja yang boleh dilakukan dan apa yang tidak. Dan merupakan suatu hal
yang wajar, jika sekolah memberikan sanksi kepada siapa pun yang melanggar
aturan tersebut, “
tanpa terkecuali”. Hal ini dilaksanakan demi menjaga
kenyamanan dan kelancaran proses belajar mengajar di sekolah yang kita cintai
bersama ini.

 Hanya saja kadang pandangan dan penerimaan adanya
tata tertib ini seperti sebuah
KEKANGAN. Padahal tidak demikian, justru
sebaliknya. Ada beberapa nilai positif yang mungkin banyak diantara kalian yang
belum mengetahuinya. Diantaranya ialah,
kalian
akan membuat bangga orang tua dan guru
, waktu kalian jadi lebih efektif dan kalian jadi lebih dihargai.

Inilah betapa indahnya tata tertib diperhatikan dan
diterapkan secara sadar oleh semua pihak. Jangan dijadikan tata tertib sebagai TEKANAN,
tetapi jadikanlah sebagai suatu PANDUAN yang mengarahkan kalian kepada
keberhasilan. “Mari kita jadikan hari
ini menjadi lebih baik dari hari kemarin
.“

 Pada kesempatan ini, saya juga
menyoroti
  pesatnya arus informasi,  kita seakan dimanjakan oleh teknologi yang
semakin canggih. Kita semakin mendapat kemudahan dalam menjalankan hari-hari
kita, namun justru kemudahan itulah yang kadang membawa dampak buruk bagi kita.
Kita telah terpengaruh oleh perkembangan teknologi, dari mulai
handphone, komputer dan internet yang
sangat menjamur dikehidupan masyarakat sekitar kita, termasuk para siswa
sekolah disetiap strata. Internet sendiri misalnya, teknologi ini sekarang
semakin mudah diakses oleh siapapun, jika kita mau berfikir lebih luas dan
terbuka, sebenarnya ada berjuta manfaat yang bisa kita peroleh dari internet.
Sebagai contoh kita bisa mendapatkan informasi dan bahkan telah banyak orang
kaya melalui internet.

 Namun sayangnya masih banyak
pihak yang menyalahgunakan teknologi ini dengan semakin maraknya pornografi,
penipuan dan pembajakan. Internet juga menjadi gerbang utama masuknya
budaya-budaya asing yang kurang sesuai dengan budaya negeri kita. Bisa kita lihat
dari generasi muda kita yang sudah semakin teracuni oleh budaya barat yang
sangat bertolak belakang dengan budaya Indonesia sebagai negeri timur yang
sangat menjunjung
ADAB KESOPANAN.
Kita harus memiliki filter agar pesatnya arus informasi dapat kita kendalikan.
Budaya asing sebenarnya tidak semuanya buruk, namun kita harus bisa memilah
mana yang baik dan mana yang buruk bagi kita, “ tandas Waris.

 Usai upacara bendera
dilaksanakan penyematan tanda pelopor kedisiplinan sekaligus melantik para
siswa siswi sebagai anggota pelopor disiplin, hal ini diwujudkan sebagai wadah
pembentukan karakter generasi muda siswa siswi MTs Asyidiqiyah yang diarahkan
untuk memiliki jiwa nasionalisme. (Pard).